Jakarta, 30 Oktober 2025 — Di tengah meningkatnya urgensi krisis iklim dan kehilangan alam, Bestari Sustainability bersama Water Stewardship Indonesia (WSI), UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), KADIN Net Zero Hub, dan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) secara resmi meluncurkan kembali Science Based Targets Network (SBTN) Southeast Asia Working Group melalui acara “Driving Corporate Net Zero & Nature Positive in Southeast Asia: Navigating Nature Loss through the Science Based Targets Network (SBTN)” yang digelar di Wisma PMI, Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan industri, lembaga internasional, dan institusi ekosistem pendukung lainnya secara langsung dan daring, menandai komitmen kuat lintas sektor dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan berketahanan alam di kawasan Asia Tenggara.
SBTN: Panduan Berbasis Sains untuk Bisnis di Luar Aspek Iklim
SBTN merupakan inisiatif global yang mengembangkan science-based guidance bagi perusahaan untuk menetapkan yang mencakup iklim, air, lahan, laut, dan keanekaragaman hayati sehingga strategi bisnis mereka benar-benar selaras dengan hasil yang nature-positive.
Dibangun dari kerangka Science Based Targets initiative (SBTi) yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, Science Based Targets Network (SBTN) memperluas pendekatan tersebut dengan menyediakan metodologi terintegrasi untuk membantu bisnis memahami sejauh mana aktivitas mereka berdampak pada alam serta berapa besar aksi yang perlu dilakukan agar selaras dengan target dunia.
Framework ini juga sekaligus mengisi kesenjangan antara sertifikasi keberlanjutan dan alat asesmen dampak alam yang telah ada, dengan menawarkan pendekatan ilmiah yang membantu perusahaan menjawab pertanyaan penting: “Apakah aksi kami sudah cukup untuk menjaga keseimbangan alam?”
Mendorong Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Ekonomi Hijau
Direktur Bestari Sustainability, Tomi Haryadi, menyampaikan bahwa tantangan iklim dan alam tidak bisa diselesaikan secara terpisah.
“Krisis iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati saling berkaitan dan berdampak langsung pada rantai pasok, operasional, hingga keberlanjutan bisnis. Melalui SBTN, kami ingin membantu sektor swasta mengambil langkah yang terukur, kredibel, dan berbasis sains,” ujar Tomi.
Sebagai Koordinator Regional SBTN untuk Asia Tenggara, Bestari Sustainability berperan dalam memfasilitasi kolaborasi lintas sektor dan memperkuat kapasitas perusahaan di kawasan dalam menetapkan dan mengimplementasikan target berbasis sains.
“Transisi menuju ekonomi hijau bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang. Perusahaan yang berinvestasi pada alam akan lebih tangguh menghadapi risiko lingkungan dan tuntutan pasar global,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah dan Sektor Bisnis
Dalam kesempatan yang sama, Inge Retnowati, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini.
“Kami sangat mendukung langkah Bestari dan para mitra untuk membawa dunia usaha bertransformasi menuju nature positive. Pendekatan yang berbasis sains ini menjadi langkah nyata untuk melindungi alam kita dari kerusakan yang lebih besar,” ujarnya.
Acara ini juga menampilkan sesi diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari berbagai sektor bisnis, lembaga internasional, dan organisasi keberlanjutan yang membahas peran perusahaan dalam mempercepat transisi dalam menjaga alam dan keanekaragaman hayati.
Menuju Kepemimpinan Regional dalam Aksi Alam dan Iklim
Melalui peluncuran kembali SBTN Southeast Asia Working Group, Indonesia diharapkan menjadi pionir transformasi hijau di Asia Tenggara menghadirkan transisi yang tidak berhenti pada Net Zero, melainkan berlanjut menuju Nature Positive, di mana aksi iklim berjalan beriringan dengan perlindungan dan pemulihan ekosistem alam untuk mewujudkan masa depan ekonomi hijau yang berketahanan dan berkeadilan.
Tentang Bestari Sustainability
Bestari Sustainability merupakan lembaga konsultasi dan implementasi keberlanjutan yang berfokus pada strategi transisi menuju net zero. Melalui pendekatan berbasis sains, Bestari Sustainability membantu perusahaan menyusun strategi, mengukur dampak, serta melaporkan kinerja keberlanjutan sesuai standar global.
Narahubung
Nailah Shabirah
Regional Coordinator SBTN for Southeast Asia
[email protected]